Dengan mengusung tagline "BEM Kuat, Mahasiswa Berdaulat", pasangan ini membawa visi besar untuk membangun organisasi mahasiswa yang solid, mandiri, dan benar-benar menjadi representasi suara mahasiswa. Mereka percaya bahwa BEM yang kuat akan menjadi pondasi utama dalam memperjuangkan hak serta aspirasi seluruh mahasiswa USN.
Dalam sambutannya, Sahid Marif menyatakan bahwa nomor 2 adalah simbol keseimbangan dan sinergi dalam kepemimpinan. “Kami percaya bahwa dengan kepemimpinan yang kuat dan kolaboratif, BEM akan menjadi wadah yang mampu memperjuangkan kesejahteraan mahasiswa. BEM yang kuat akan melahirkan mahasiswa yang berdaulat, yang berani bersuara dan mengambil peran dalam perubahan,” ujarnya dengan penuh optimisme.
Sementara itu, Nurhalili menegaskan bahwa perjuangan mereka bukan hanya sebatas kompetisi dalam PEMIRA, tetapi sebuah gerakan nyata untuk membangun kampus yang lebih baik. “Tagline kami bukan sekadar slogan, melainkan komitmen. Kami ingin membangun BEM yang aktif, solutif, dan selalu hadir dalam setiap persoalan mahasiswa. Dengan dukungan dari seluruh mahasiswa USN, kita bisa mewujudkan perubahan yang lebih nyata,” katanya.
Pasangan Sahid Marif – Nurhalili telah menyiapkan berbagai program unggulan yang berorientasi pada penguatan peran mahasiswa dalam kampus maupun di luar kampus. Mereka berjanji untuk menghadirkan kepemimpinan yang transparan, akuntabel, serta memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada mahasiswa.
Kini, setelah pengundian nomor urut selesai, tahap selanjutnya adalah kampanye dan debat kandidat. Pasangan nomor urut 2 ini siap menyampaikan gagasan-gagasan inovatif mereka untuk menarik dukungan dari mahasiswa USN. Mereka mengajak seluruh mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam PEMIRA 2025, karena suara setiap mahasiswa sangat berarti dalam menentukan arah kepemimpinan kampus.
Post a Comment